KENDARI – Universitas Mandala Waluya, melalui Unit Program Studi, secara resmi meluncurkan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan pengabdian masyarakat terintegrasi pada Kamis, 10 April 2026. Program yang melibatkan lebih dari 400 mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu ini dirancang untuk memberikan dampak nyata bagi pembangunan berkelanjutan masyarakat Kendari dan sekitarnya.
Peluncuran program ini menjadi momentum penting dalam komitmen Universitas Mandala Waluya untuk mendekatkan institusi pendidikan dengan realitas sosial masyarakat. Dengan tema besar “Pemberdayaan Masyarakat Melalui Inovasi Lokal dan Kearifan Tradisional”, program KKN tahun ini menggabungkan pendekatan akademis dengan aplikasi praktis yang langsung bermanfaat bagi komunitas lokal.
Latar Belakang dan Pentingnya Program
Pengabdian masyarakat merupakan salah satu pilar utama dalam tri dharma perguruan tinggi di Indonesia. Universitas Mandala Waluya, sebagai institusi pendidikan tinggi yang berkontribusi aktif dalam pengembangan sumber daya manusia di wilayah Sulawesi Tenggara, menganggap program ini sebagai investasi jangka panjang untuk pertumbuhan berkelanjutan komunitas yang dilayani.
“KKN dan program pengabdian masyarakat bukan hanya tugas administratif, melainkan representasi nyata dari komitmen universitas untuk menjadi agen perubahan sosial,” jelas Dr. Bambang Sutrisno, Rektor Universitas Mandala Waluya, dalam pidato pembukaan acara peluncuran yang digelar di Aula Utama Kampus Kendari pada Kamis pagi.
Program yang telah menjadi tradisi tahunan universitas ini kali pertama menghadirkan inovasi signifikan dengan mengintegrasikan berbagai unit program studi dalam satu ekosistem pengabdian yang terkoordinasi. Pendekatan holistik ini memastikan bahwa setiap aspek pemberdayaan masyarakat ditangani oleh ahlinya masing-masing, mulai dari bidang kesehatan, pendidikan, pertanian, teknologi informasi, hingga ekonomi kreatif.
Rancangan Program dan Target Lokasi
Program KKN terintegrasi tahun 2026 melibatkan 420 mahasiswa yang tersebar di 35 lokasi penempatan di berbagai kelurahan dan desa di wilayah Kendari, Baubau, dan Wawonii. Setiap kelompok KKN terdiri dari 10-12 mahasiswa dengan latar belakang disiplin ilmu yang berbeda, menciptakan sinergi produktif dalam mengeksekusi program-program pemberdayaan.
“Kami memilih lokasi penempatan berdasarkan analisis kebutuhan yang mendalam. Setiap daerah memiliki karakteristik unik, dan program KKN kami dirancang khusus untuk merespons kebutuhan spesifik di setiap lokasi,” ungkap Ir. Siti Nurhaliza, Kepala Unit Program Studi Universitas Mandala Waluya, saat memberikan paparan teknis program kepada media massa.
Durasi pelaksanaan program berlangsung selama dua bulan, dari akhir April hingga akhir Juni 2026. Hal ini memberikan waktu yang cukup bagi mahasiswa untuk memahami dinamika lokal, membangun kepercayaan dengan masyarakat, dan menghasilkan output yang terukur dan berkelanjutan.
Fokus Program dan Kegiatan Konkret
Program KKN tahun ini mengerucut pada lima fokus utama yang selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs). Pertama, program kesehatan dan nutrisi masyarakat mencakup penyuluhan kesehatan reproduksi, pendampingan posyandu, dan program gizi untuk anak-anak sekolah dasar.
“Mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat akan melakukan screening kesehatan gratis, edukasi hidup sehat, dan pelatihan kader kesehatan lokal. Kami ingin menciptakan multiplier effect di tingkat komunitas,” jelaskan Dr. Eka Putri Wijaya, Koordinator Bidang Kesehatan KKN 2026.
Kedua, program pendidikan yang meliputi pelatihan literasi digital untuk anak-anak, pendampingan belajar bagi siswa kurang mampu, dan pelatihan keterampilan dasar untuk orang tua. Tim dari Program Studi Pendidikan akan memfokuskan upaya pada peningkatan kualitas belajar-mengajar di sekolah-sekolah pedesaan dengan keterbatasan akses.
Ketiga adalah pengembangan pertanian berkelanjutan. Mahasiswa Agronomi akan memperkenalkan teknik pertanian modern yang ramah lingkungan, pendampingan diversifikasi tanaman pangan, dan pelatihan budidaya organik. Program ini sangat relevan mengingat mayoritas lokasi penempatan memiliki masyarakat dengan mata pencaharian utama sebagai petani.
“Kami akan mengadakan demplot pertanian organik, pelatihan pengelolaan pupuk alami, dan memfasilitasi pembentukan kelompok tani modern di setiap desa penempatan,” kata Dr. Hendra Gunawan, Ketua Program Studi Pertanian UMW.
Keempat, inisiatif ekonomi kreatif dan kewirausahaan yang menargetkan pemberdayaan UMKM lokal. Program Studi Manajemen dan Kewirausahaan akan memberikan pelatihan dasar manajemen bisnis, digital marketing, dan akses ke platform e-commerce.
“Tidak ada yang mewah dalam program kami. Kami fokus pada hal-hal fundamental yang bisa langsung diimplementasikan oleh masyarakat dengan sumber daya terbatas mereka,” papar Ibu Ratna Sari, Koordinator Program Ekonomi Kreatif KKN 2026.
Kelima adalah pemberdayaan teknologi informasi dan digital inclusion, dengan mahasiswa Program Studi Teknologi Informasi memberikan pelatihan penggunaan internet, cybersecurity dasar, dan e-government literacy untuk kelompok masyarakat yang masih tertinggal dalam adopsi digital.
Dukungan Institusional dan Stakeholder
Kesuksesan program KKN terintegrasi ini didukung penuh oleh pemerintah daerah Kota Kendari dan Kabupaten Wakatobi. Wakil Walikota Kendari, Drs. M. Fauzan Aziz, M.Si., hadir dalam acara peluncuran dan memberikan dukungan moral serta komitmen fasilitasi administratif.
“Pemerintah kota sangat menghargai peran Universitas Mandala Waluya dalam pengabdian masyarakat. Mahasiswa UMW adalah aset berharga dalam mempercepat pembangunan daerah. Kami siap memberikan segala dukungan yang diperlukan,” ucap Fauzan Aziz dalam sambutannya.
Selain dukungan pemerintah, program ini juga melibatkan kemitraan dengan berbagai organisasi masyarakat sipil, korporasi swasta, dan lembaga donor internasional. Kolaborasi multi-stakeholder ini memastikan keberlanjutan program dan penciptaan jaringan yang kuat antara akademisi dan komunitas praktis.
Persiapan dan Orientasi Mahasiswa
Sebelum diberangkatkan ke lapangan, seluruh 420 mahasiswa KKN menjalani proses orientasi komprehensif selama dua minggu. Program orientasi mencakup pemahaman mendalam tentang dinamika sosial-budaya masyarakat lokal, metodologi pengabdian masyarakat, manajemen proyek, hingga soft skills komunikasi dan kepemimpinan.
“Kami tidak hanya mengirim mahasiswa ke lapangan begitu saja. Persiapan matang adalah kunci. Kami ingin mahasiswa memahami konteks lokal, menghormati kearifan tradisional, dan bekerja kolaboratif dengan masyarakat sebagai mitra setara,” terang Prof. Dr. Andrie Kusumah, Dekan Bidang Pengabdian Masyarakat UMW.
Orientasi juga melibatkan pelatihan first aid, disaster management, dan protokol keselamatan kerja, mengingat beberapa lokasi penempatan berada di daerah yang secara geografis cukup terisolir dan rawan bencana alam.
Dampak dan Harapan Ke Depan
Dalam laporan tahunan tahun lalu, program KKN Universitas Mandala Waluya berhasil menjangkau lebih dari 15.000 individu dan 87 komunitas di wilayah Sulawesi Tenggara. Diharapkan, dengan pelaksanaan program yang lebih terintegrasi tahun ini, jangkauan dan dampak akan meningkat secara signifikan.
Ukuran keberhasilan program tidak hanya dilihat dari jumlah kegiatan yang dilaksanakan, tetapi dari perubahan nyata dalam kapasitas dan kesejahteraan masyarakat. Tim evaluasi independen dari sebuah lembaga riset terkemuka akan melakukan assessment dampak program enam bulan setelah program berakhir.
“Kami ingin menciptakan change maker di tingkat lokal. Mahasiswa kami tidak hanya membantu, tetapi belajar dari masyarakat. Ini adalah pertukaran pengetahuan dan pengalaman yang saling menguntungkan,” kata Dr. Bambang Sutrisno.
Rencana jangka panjang universitas adalah menjalin kemitraan jangka panjang dengan komunitas-komunitas penempatan KKN, sehingga program pengabdian tidak berhenti setelah dua bulan, melainkan berkembang menjadi hubungan berkelanjutan dalam bentuk penelitian terapan, magang, dan mentoring jangka panjang.
Penutup
Peluncuran program KKN dan pengabdian masyarakat terintegrasi Universitas Mandala Waluya tahun 2026 menandai komitmen serius institusi untuk berperan aktif dalam pembangunan sosial dan ekonomi daerah. Dengan melibatkan lebih dari 400 mahasiswa berbakat dari berbagai disiplin ilmu, program ini potensi untuk menciptakan transformasi positif yang berkelanjutan.
Harapan besar tertumpu pada kemampuan mahasiswa untuk menerjemahkan ilmu akademis mereka menjadi solusi praktis yang relevan dengan kebutuhan masyarakat lokal. Dalam konteks yang lebih luas, program ini juga merefleksikan tanggung jawab moral perguruan tinggi sebagai bagian integral dari masyarakat, bukan sekadar lembaga yang berdiri terpisah.
Kesuksesan program KKN 2026 akan diukai bukan hanya dari statistik kegiatan, tetapi dari kisah-kisah transformasi nyata yang dialami oleh ribuan individu dan puluhan komunitas yang terlibat di dalamnya. Dengan semangat berbagi pengetahuan dan solidaritas sosial, Universitas Mandala Waluya membuktikan bahwa pendidikan tinggi berkontribusi langsung pada pembangunan masyarakat yang lebih baik, lebih adil, dan lebih sejahtera.
—
Penulis: Tim Jurnalistik Kampus UMW
Kendari, 10 April 2026